The Metamorphosis

Tidak sedikit orang yang ingin menjadi orang lain saat bangun tidur di pagi hari. Sayangnya, seorang salesman keliling bernama Gregor Samsa tidak bisa memilih ingin berubah menjadi siapa. Atau apa. Ia mendapati dirinya berubah menjadi kutu raksasa di pagi hari. Malangnya, kedua orang tua dan Grete, adik perempuan Gregor, menggantungkan hidup mereka pada Gregor.
Terbiasa selalu berpindah karena tuntutan pekerjaan, Gregor merasa tersiksa dengan wujudnya sebagai kutu. Ia yang hampir selalu terbangun di tempat asing, kini ia tidak bisa bekerja menghidupi keluarganya, tidak mampu menjajaki tingkat karir yang lebih tinggi dan tidak mungkin bersosialisasi. Bahkan keluarganya sendiri tidak sanggup menatap sosoknya.
Ayah Gregor, yang sempat gagal berbisnis, mulai bekerja kembali agar makanan tetap terhidang dia atas meja. Grete yang berusia remaja juga terpaksa mencari nafkah. Gregor sedih karena sebenarnya ia sedang mengumpulkan uang agar adiknya bisa belajar di sekolah musik. Ia sudah membayangkan kebahagiaan adiknya saat ia memberikan uang tabungannya sebagai biaya sekolah musik. Ibu Gregor yang kondisi fisiknya lemah dilarang oleh keluarganya menengok keadaan putranya.
Keadaan berbalik sedemikian rupa. Jika sebelumnya keluarga Gregor hidup seperi parasit pada Gregor, kini Gregorlah yang beralih menjadi parasit dalam keluarga. Jasa Gregor menghidupi keluarga selama bertahun-tahun begitu cepat terlupakan. Grete berusaha tetap loyal memberikan makanan dan membersihkan kamar Gregor. Namun lama kelamaan ia tidak tahan. Gregor tampak menjijikkan dan mulai menyukai makanan sisa. Baunya pun tak sedap.
Kisah Gregor dalam The Metamorphosis (Die Verwandlung dalam bahasa Jerman), sebuah novella karya Franz Kafka menjadi populer. Pertama kali diterbitkan pada 1915 dan merupakan karyanya yang paling terkenal bersama dengan The Trial dan The Castle. The Metamorphosis dianggap sebagai kisah simbolik tinggi dengan berbagai interpretasi.
Menjadi makhluk seperti apa si Gregor ini pun menjadi perdebatan. Ada versi yang mengatakan serangga, kecoa, bahkan kutu. Kafka sendiri tidak ingin ada penggambaran jelas untuk hal tersebut. Pada 25 Oktober 1915 ia menulis surat pada penerbitnya sehubungan dengan ilustrasi sampul buku edisi pertama. Kafka mengatakan bahwa makhluk tersebut tidak untuk digambar, bahkan tidak untuk dilihat dari jauh. Kafka hanya ingin menyampaikan kejijikan Gregor melihat perubahan dirinya.
Vladimir Nabokov, entomolog, penulis dan kritikus sastra, berkeras mengatakan bahwa Gregor bukanlah kecoa, melainkan seekor kumbang dengan sayap di balik kulitnya. Bisa terbang, jika saja Gregor mengetahuinya. Nabokov bahkan meninggalkan sketsa yang dibubuhi keterangan “panjangnya hanya sekitar 3 kaki” pada halaman pembuka bahan mengajarnya dalam bahasa Inggris yang sarat dengan koreksi.
Yang pasti, Kafka mampu bertutur lewat kacamata Gregor yang manusia dan berangsur berubah menjadi bukan manusia. Bagaimana selera dan pilihan makan Gregor berubah sampai cara menggerakkan dan menggunakan tubuh barunya (yang berkaki banyak dan berlendir).
Kafka menggambarkan kesendirian Gregor yang awalnya tidak menjadi masalah karena ia masih berguna bagi keluarga dan tidak mengganggu manusia manapun. Ketika ia berubah, ia dianggap sebagai ancaman. Ancaman ketentraman keluarganya, menjadi ketakutan bagi masyarakat sehingga harus disembunyikan. Gregor tidak lagi berguna. Ia telah mati sebagai manusia. Terkurung, tidak bisa pergi ke manapun, membuat orang lain takut dan jijik melihatnya.
Gregor tidak bisa berkomunikasi dengan siapapun dalam wujudnya sebagai kutu. Grete hanya bisa mengira-ngira apa yang disukai Gregor dari sisa makanan yang diletakkan di dalam kamar. Seiring dengan kesibukannya yang bertambah, ia tidak lagi terlalu peduli pada Gregor.
Pria yang telah menjadi kutu raksasa ini kemudian kehilangan harapan dan tidak lagi melihat fungsinya jika tetap hidup. Kegiatan Gregor terbatas pada melihat keluar jendela dan merayap di langit-langit dan dinding kamar. Ia merasa menjadi beban saja. Aib bagi keluarga. Keluarga yang ia sayangi namun berbalik kehilangan perasaan apapun pada dirinya karena menganggap dirinya bukanlah Gregor lagi dalam wujudnya yang sekarang.
Grete mengatakan pada kedua orang tuanya jika kutu raksasa itu Gregor, tentu ia akan pergi karena mencintai keluarganya dan mengambil beban mengurus makhluk itu dari pundak keluarganya. Ironis. Kafka menggambarkan betapa egois manusia, bahkan keluarga kandung sendiri. Begitu cepat melupakan jasa Gregor selama ini. Tidak berterima kasih. Tidak pernah merasa menjadi parasit-parasit dalam hidup Gregor.
Popularitas Kafka dan novellanya ini tersebar ke berbagai hal. Nama Gregor Samsa dan Franz Kafka disebut di mana-mana. Menjadi istilah untuk metamorfosis dan perasaan seperti serangga. Teater, film, animasi, lagu, band di seluruh dunia terpengaruh dan menggunakan nama novella tersebut, tokoh cerita, bahkan nama penulisnya. Contohnya, ilustrasi cover album band Rolling Stone yang bertajuk Metamorphosis menggambarkan setiap anggota band mengintip dari balik topeng-topeng wajah serangga yang mereka kenakan.
Foresight Unlimited milik Mark Damon telah merencanakan adaptasi Metamorphosis karya Franz Kafka senilai $ 9 juta yang dibintangi Daniel Bruhl sebagai Franz Kafka, Anna Paquin, dan Stephen Rea. Limor Diamant menulis dan akan menyutradarai Metamorphosis yang menenun kisah pria yang berubah menjadi serangga raksasa paralel dengan proses penulisan Kafka yang mematahkan hati. Ram Bergman memproduseri adaptasi ini dan syuting di Eropa telah diset untuk musim panas 2007.
Dalam menulis, Kafka terpengaruh Soren Kierkegaard, Fyodor Dostoevsky, Charles Dickens dan Friedrich Nietzche. Sedangkan penulis-penulis yang terpengaruh oleh Kafka ialah Albert Camus, Federico Fellini, Isaac Bashevis Singer, Jorge Luis Borges, Gabriel Garcia Marquez, Carlos Fuentes, Salman Rushdie dan Haruki Murakami.
Kafka (3 Juli 1883-3 Juni 1924) semasa hidupnya pernah bekerja sebagai petugas asuransi dan manajer pabrik di samping sebagai novelis dan penulis cerpen. Penulis berkebangsaan Austria-Hongaria ini bergerak di aliran sastra modernisme, eksistensialisme, surealisme, dan menjadi pelopor realisme magis. Kafka dikenal sering tidak menyelesaikan tulisannya. The Metamorphosis adalah karyanya yang dianggap selesai ditulisnya.

Olivia Kristina

Rujukan : http://www.ruangbaca.com/

Leave a Reply