Benazir Bhutto Tewas Tertembak

_44116585_bhutto_afp203b.jpg

Pejuang Wanita di PAkistan : Benazir Bhutto Tewas

Saya siap untuk menanggung segala risiko. Tapi, saya tidak ingin menyerahkan negara kita yang besar ini kepada kelompok-kelompok militan, termasuk nyawanya terenggut, untuk memperbaiki demokrasi di Pakistan.”.

Itulah sedikit kata yang keluar dari lubuk hati paling dalam pejuang wanita di Pakistan Benazir Bhutto. Setelah terhindar dari ancaman bom pada  Kamis 18 -10 – 2007 yang menewaskan 138 orang. Kejadian tersebut terjadi di Karachi ketika para pendukung Benasir Bhutto berkumpul untuk menyambut kedatangannya setelah 8 tahun berada dipengasingan. Serangan tersebut diduga dilakukan oleh kelompok militan, seperti Al-Qaeda dan Taliban

Namun pada Kamis 27 Desember 2007 , petang. Untuk kali ini Benazir tak dapat lagi terhindar dari ancaman selalu menghantuinya. Benasir tewas di tembak oleh seseorang tak dikenal yang kemudian melakukan bom bunuh diri. Pada saat itu Benasir baru saja melakukan kampanye untuk menjelang pemilu Januari 2008.

Dari kejadian tersebut diatas dapatlah kita lihat bahwa di Pakistan saat ini dalam keadaan darurat artinya demokrasi sudah mati, ketika seorang pejuang yang ingin meletakkan pondasi demokrasi yang baik namun di halang oleh orang-orang atau kelompok yang sama sekali merasa terancam. Bukankah dalam setiap persaingan itu dibutuhkan sikap yang sehat tanpa menimbulkan atau melakukan kejahatan.

Beberapa saat setelah kejadian ini, kondisi di Pakistan tidak kondusif lagi, kerusuhan mulai terjadi, penjarahan, dan bisa saja ini menjadi awal kerusahan yang berkepanjangan dan lagi-lagi akan membuat penderitaan bagi rakyat Pakistan.

Saat ini Pakistan menjadi pusat perhatian internasional dengan berkembangnya terorisme, dan juga menimbulkan krisis politik di PAkistan begitu juga di Asia Selatan.

Secara psikologis ini juga akan memberikan pengaruh pada calon pemilih pada Pemilu 2008, yang tinggal menghitung hari. Pemilih akan merasa terancam, bimbang akan situasi yang dihadpi.

Benasir Bhutto merupakan perdana menteri wanita pertama di dunia Muslim ketika ia terpilih pada 1988 pada usia 35 tahun. Ia dipecat pada 1990, terpilih kembali pada 1993, dan dipecat lagi pada 1996 di tengah tuduhan korupsi dan salah urus.

Kematian Benasir Bhutto menjadi tokoh wanita ke 2 yang tewas, setelah Indira Gandhi yang ditembak pada pagi 31 Oktober 1984 saat berjalan-jalan di kebun di kediamannya di New Delhi.
 

Momentum  Penting dalam karier Benasir Bhutto :

  • 4 April 1979 . Ayah Benazir, Zulfikar Ali Bhutto, dieksekusi dengan cara digantung.2 tahun setelah disingkirkan dari kursi PM PAkistan Mohammed Zia al-Had
  • 10 April 1986. Benazir kembali dari pengasingan untuk memimpin Partai Rakyat Pakistan yang didirikan mendiang ayahnya.
  • 1 Desember 1986. Menjadi PM wanita pertama di sebuah negara yang berpenduduk mayoritas Muslim
  • 6 Agustus 1990. Pemerintahan Bhutto diberhentikan Presiden Pakistan, dengan tuduhan korupsi
  • 19 Oktober 1993. Menjabat kembali sebagai PM untuk kedua kalinya.
  • 5 November 1996. Kembali diberhentikan di tengah tudingan nepotisme.
  • 11 April 1999. Pengadilan menyatakan bersalah atas dakwaan korupsi saat Benazir berada di luar negeri. Vonis itu belakangan dibatalkan.
  • 5 Oktober 2007. Musharraf menandatangani amnesti korupsi, sehingga membuka peluang bagi Benazir untuk pulang ke Pakistan, dan kemungkinan menyepakati pembagian kekuasaan dengan Presiden Pakistan
  • 18 Oktober 2007. Tiba di Karaxhi, mengakhiri delapan tahun pengasingannya di luar negeri.

Written by M. Iqbal

Editor : ADMIN LBEL

Leave a Reply