<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Semua pergi dan berlalu dengan Indah &#187; Poetry</title>
	<atom:link href="http://limabelasempatlima.wordpress.com/category/poetry/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://limabelasempatlima.wordpress.com</link>
	<description>Di Detik itu Kurasakan Kehampaan dan Kebahagian Hati, Hingga Dapat Kumaknai Arti Keberadaan Diri Yang Hadir Di Hadapanku.</description>
	<lastBuildDate>Wed, 02 Jan 2008 13:52:12 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='limabelasempatlima.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/16e4441fbac23ed2b33098f775767cb7?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Semua pergi dan berlalu dengan Indah &#187; Poetry</title>
		<link>http://limabelasempatlima.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://limabelasempatlima.wordpress.com/osd.xml" title="Semua pergi dan berlalu dengan Indah" />
		<item>
		<title>Pulang</title>
		<link>http://limabelasempatlima.wordpress.com/2007/12/18/pulang/</link>
		<comments>http://limabelasempatlima.wordpress.com/2007/12/18/pulang/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 18 Dec 2007 17:12:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kafka_pizechust</dc:creator>
				<category><![CDATA[Poetry]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://limabelasempatlima.wordpress.com/2007/12/18/pulang/</guid>
		<description><![CDATA[Aku pulang. Kulewati koridor dan kuberbalik memandangi semua. Halaman rumah ayahku. Ada genangan air di tengah halaman itu. Perkakas tua tak terpakai, bergeletakan membentuk jalan menuju tangga. Kucing bermalas-malasan di teras. Kain yang dirobek terikat di tiang, berkibar ditiup angin. Aku datang. Siapa yang akan menyambutku? Siapa yang menunggu di belakang pintu dapur? Asap keluar [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=limabelasempatlima.wordpress.com&blog=1870170&post=9&subd=limabelasempatlima&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Aku pulang. Kulewati koridor dan kuberbalik memandangi semua. Halaman rumah ayahku. Ada genangan air di tengah halaman itu. Perkakas tua tak terpakai, bergeletakan membentuk jalan menuju tangga. Kucing bermalas-malasan di teras. Kain yang dirobek terikat di tiang, berkibar ditiup angin. Aku datang. Siapa yang akan menyambutku? Siapa yang menunggu di belakang pintu dapur? Asap keluar dari cerobong, kopi untuk makan malam sedang dimasak.</p>
<p>Tidakkah aneh untukmu, apakah kau merasa ada di rumah? Aku tidak tahu<span id="more-9"></span>, aku sangat tidak yakin. Itu memang rumah ayahku, tapi bagian demi bagiannya terasa dingin, seakan masing-masing sibuk dengan kegiatannya sendiri, yang sebagian kulupakan, sebagian lagi tidak pernah kukenal. Apa yang bisa kulakukan untuk mereka, apa arti diriku untuk mereka, dan apakah aku memang anak ayahku, anak seorang petani tua itu? Dan aku tak bergerak mengetuk pintu dapur, hanya dari jauh aku patuh, hanya dari jauhlah aku berdiri patuh.</p>
<p>Tidak begitu tepatnya, aku mungkin terkejut karena menjadi orang yang patuh. Dan karena aku patuh dari tempat yang jauh, aku sebenarnya tidak mematuhi apapun. Aku hanya mendengar suara halus jam berdetik, atau aku hanya menduga mendengarnya, muncul dari hari-hari masa kecil. Apa lagi yang terjadi di dapur, itu adalah rahasia orang-orang yang duduk di sana, rahasia yang mereka simpan dariku. Semakin lama orang berdiri ragu di depan pintu, semakin merasa asinglah dia.</p>
<p>Apa yang akan terjadi jika sekarang seseorang membuka pintu dan bertanya sesuatu padaku. Tidakkah aku sendiri pun akan seperti dia, dia yang ingin menyimpan rahasianya. Bayreuth, 23.11.03 12:31 Diterjemahkan dari judul asli Heimkehr</p>
<p>Penulis : M.Iqbal </p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/limabelasempatlima.wordpress.com/9/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/limabelasempatlima.wordpress.com/9/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/limabelasempatlima.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/limabelasempatlima.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/limabelasempatlima.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/limabelasempatlima.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/limabelasempatlima.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/limabelasempatlima.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/limabelasempatlima.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/limabelasempatlima.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/limabelasempatlima.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/limabelasempatlima.wordpress.com/9/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=limabelasempatlima.wordpress.com&blog=1870170&post=9&subd=limabelasempatlima&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://limabelasempatlima.wordpress.com/2007/12/18/pulang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/550a1dc3b311f1c7f49f2fae333d0bd4?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">Kafka_pizechust</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Titik Nadir&#8230;!!! (Akhir dari awal)</title>
		<link>http://limabelasempatlima.wordpress.com/2007/12/18/8/</link>
		<comments>http://limabelasempatlima.wordpress.com/2007/12/18/8/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 18 Dec 2007 17:09:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kafka_pizechust</dc:creator>
				<category><![CDATA[Poetry]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://limabelasempatlima.wordpress.com/2007/12/18/8/</guid>
		<description><![CDATA[Searle di dalam bukunya Speech Acts : An Essay in The Philosophy of Language (1969,23-4 ) mengemukakan bahwa secara pragmatis setidak-tidaknya ada tiga jenis tindakan yang mungkin diwujudkan oleh seorang penutur di dalam berbahasa, yakni tindakan untuk mengungkapkan sesuatu (locutionary act), tindakan melakukan sesuatu (ilocutionary act), tindakan mempengaruhi lawan bicara (perlocutionary act). Secara berturut-turut ketiga [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=limabelasempatlima.wordpress.com&blog=1870170&post=8&subd=limabelasempatlima&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Searle di dalam bukunya Speech Acts : An Essay in The Philosophy of Language (1969,23-4 ) mengemukakan bahwa secara pragmatis setidak-tidaknya ada tiga jenis tindakan yang mungkin diwujudkan oleh seorang penutur di dalam berbahasa, yakni tindakan untuk mengungkapkan sesuatu (locutionary act), tindakan melakukan sesuatu (ilocutionary act), tindakan mempengaruhi lawan bicara (perlocutionary act). Secara berturut-turut ketiga jenis tindakan ini disebut sebagai the act of saying something, the act of doing something, dan the act of affecting someone. Ini hanyalah sebuah tulisan biasa, silahkan untuk mengkategorikannya :   </p>
<p>Pergi tanpa mengilhami apa yang ada pada dirinya, hingga meninggalkan begitu banyak permasalahan pada semua orang yang pernah dekat dekatnya.</p>
<p>Mengakui kesalahan, itulah citra terbaik dalam kehidupan. Namun <span id="more-8"></span>pengakuan kesalahan tanpa pemaknaan itupun tak dapat memberikan makna yang baik.</p>
<p>Ketika seluruh jiwa telah terlumuri oleh bibit-bibit kemunafikan yang berkembangbiak dengan begitu cepatnya. Melancarkan tingkah laku sebagai mana sifat dari bibit itu. Bibit itu telah berkembangbiak begitu lama dalam diri, namun terkadang mengalami pasang surut. Apakah ada obat yang terbaik untuk mematikan bibit tersebut ?. Jawaban itu hanya ada dalam diri sendiri, begitu jauh bertanya tanpa menyadari dalam jiwa itu semua telah ada dan itu sudah disiapkan oleh Maha  Pencipta.</p>
<p>Kehormatan, kejujuran, kebohongan,kegengsian, kebanggaan, kepemilikan dengan paksaan dan entah apa lagi yang dimulainya dengan KE- AN. Sifat ini semua  yang membawa dan menyebabkan manusia mencapai titik terendah dalam hidup.</p>
<p>Disaat manusia keluar dari gerbang yang telah di desain dan proses pembentukannya oleh Maha Pencipta.<br />
Begitu bahagianya manusia yang membawahinya sebagai petunjuk jalan untuk keluar dari gerbang itu. Suara rintihan, kegembiraan  diteriakkan dengan indah, kebahagian itu membawa kesadaran pada diri  apa yang harus dilakukan dalam menuntunnya setelah keluar dari gerbang tersebut.</p>
<p>Kedua tangan manusia telah bergerak, demikian juga dengan jemari-jemari tangan mengembang tanpa tersadarkan bahwa impian ,harapan, apa yang menjadi takdir,yang telah digariskan oleh Sang Widhi itu telah terbang, terlepas. Dan itu merupakan awal kehidupannya .Dalam masyarakat umum, agama, banyak persepsi atau pandangan yang dibarengi dengan pernyataan tradisi kedaerahan  , manusia yang baru keluar dari rahim ibunya, dan disaat itu pula rumusan, catatan (takdir) akan dirinya telah tercipta juga.Sebagai tambahan,pernah juga terdengar dari mulut teman lama bahwa ada 99 kunci yang terbang dan itu harus ditemukan lagi oleh manusia. Entah apa yang dimaksud, sudah terlupakan olehnya .</p>
<p>Waktu yang berjalan dengan indahnya, membawa manusia kedalam proses perkembangan. Suara yang berupa tangis,kegembiraan, akhirnya berubah menjadi pengungkapan dengan perkataan-perkataan. Ini juga akan berkembang, dan dapat menjerumuskan ke daerah kekalahan bila tidak dapat menjaganya dari lidah yang mengoyak perbedaan perkataan nurani.</p>
<p>Dimulai dari sikap telentang, tengkurap duduk,  akhirnya dapat berdiri dan berjalan. Langkah-langkah ini menjadi awal yang nantinya membuat manusia memilih dimana tempat yang akan dan ingin dilaluinya. Setidaknya dan pasti telah memilih jalan yang terbaik, adapun kesalahan dalam memilih jalan merupakan warna namun bila terus menerus terulang bukanlah warna yang indah,malah menjadi buram.. tanpa ada nilai-nilai yang termaknai.</p>
<p>10 tahun waktu telah dilalui, bermacam-macam keadaaan entah itu kegembiraan, kesedihan, kasih sayang, namun di waktu yang seperti ini hanya memberikan basic untuk kedepannya. Namun bagi dirinya,entah karena proses didikan yang salah atau perangainya. Perkembangannya lebih banyak kesedihan yang berupa pertentangan. Siapa yang harus disalahkan?. Apakah orang yang waktu itu menuntunnya kegerbang yang harus disalahkan atau Sang Pencipta sendiri.<br />
 <br />
Ini sudah dijelaskan, pengulangan ; kesalahan itu merupakan warna, dan nantinya akan mengajak untuk melukis dengan warna tersebut, objek apa yang ingin difokuskan.</p>
<p>Tingkah lakunya yang cerdik, pintar meskipun pemahaman yang kurang, membawa kebanggaan tersendiri pada manusia penuntun.</p>
<p>Tanpa terasa waktu  19 tahun telah datang menghampiri, dikumpulkannya berbagai macam tingkah laku yang telah dilakukan semenjak keluar dari gerbang hingga waktu saat ini. Dimulai dengan mengkategorikannya. Kebaikan pada orang lain; Keburukan pada orang lain; Amal pada orang lain; Perintah pada Sang Widhi; Kebohongan pada orang lain, Kemunafikan pada orang lain. Raut muka keterkejutan, terkejut dan terkejut. Begitu jauh perbandingan dengan dilakukannya pengkategorian tersebut. Dan membuat kesedihan: Kenapa bisa keburukan begitu banyak dibandingkan kebaikan,kenapa bisa keburukan lebih banyak dibanding kebaikan, kenapa bisa kebohongan lebih banyak dari pada kebaikan, kenapa bisa kemunafikan lebih banyak daripada kebaikan, dan kenapa bisa perintah dari Sang Widhi tidak dilaksanakan lebih banyak daripada kebaikan.</p>
<p>Dengan keadaan seperti ini membuat manusia berputus asa, apalagi dengan waktu yang masih awal. Jangan awalan itu dijadikan akhir.</p>
<p>Berbaliklah kembali pada penuntun, di kala waktu penuntun mengantarkan keluar dari gerbang itu. Tanyakan pada-nya mengapa bisa terjadi seperti ini.</p>
<p>To be continued&#8230;.!!!!</p>
<p>Penulis : M. Iqbal    </p>
<p>Referensiku<br />
  Wijaya, I Dewa Putu.2004<br />
  Kartun: Studi tentang permainan Bahasa, Jakarta :Ombak <br />
  Koesalah Soebagyo Toer.2006<br />
  Pramoedya Ananta Toer dari Dekat Sekali, Jakarta :KPG</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/limabelasempatlima.wordpress.com/8/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/limabelasempatlima.wordpress.com/8/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/limabelasempatlima.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/limabelasempatlima.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/limabelasempatlima.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/limabelasempatlima.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/limabelasempatlima.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/limabelasempatlima.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/limabelasempatlima.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/limabelasempatlima.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/limabelasempatlima.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/limabelasempatlima.wordpress.com/8/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=limabelasempatlima.wordpress.com&blog=1870170&post=8&subd=limabelasempatlima&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://limabelasempatlima.wordpress.com/2007/12/18/8/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/550a1dc3b311f1c7f49f2fae333d0bd4?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">Kafka_pizechust</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hening</title>
		<link>http://limabelasempatlima.wordpress.com/2007/12/18/hening/</link>
		<comments>http://limabelasempatlima.wordpress.com/2007/12/18/hening/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 18 Dec 2007 17:02:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kafka_pizechust</dc:creator>
				<category><![CDATA[Poetry]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://limabelasempatlima.wordpress.com/2007/12/18/hening/</guid>
		<description><![CDATA[Tak satu pun lentera menyala saat aku membaca/ selintas suara bergumam, “segala sesuatu jatuh ke dalam kebekuan yang mencekam”/ bahkan melon atau pir dari taman tak berdaun. Sebait puisi karya penyair Wallace Stevens itu mengingatkan kita untuk selalu eling lan waspodo/ makatutu, ingat dan sadar, pada segurat keheningan yang senantiasa membayangi cakrawala pengetahuan. Segurat keheningan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=limabelasempatlima.wordpress.com&blog=1870170&post=7&subd=limabelasempatlima&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Tak satu pun lentera menyala saat aku membaca/ selintas suara bergumam, “segala sesuatu jatuh ke dalam kebekuan yang mencekam”/ bahkan melon atau pir dari taman tak berdaun. Sebait puisi karya penyair Wallace Stevens itu mengingatkan kita untuk selalu eling lan waspodo/ makatutu, ingat dan sadar, pada segurat keheningan yang senantiasa membayangi cakrawala pengetahuan. Segurat keheningan yang senantiasa membujuk kita memainkan nalar secara puitis.</p>
<p>Pada masa yang mulai melupakan apakah ini, ingat dan sadar akan “yang hening” dan “yang lain” sungguh menjanjikan sejumput cahaya. Cahaya yang <span id="more-7"></span>telah lama redup dalam sepak terjang sains, teologi, dan filsafat. Nalar yang digunakan tak lagi mencukupi untuk membuat puisi baru. Yang berlaku semata-mata daur ulang gramatika ilmiah, teologis, atau filosofis yang mulai menua dan membosankan. Saatnya bagi sains, teologi, dan filsafat untuk berhening sejenak. Melepaskan diri dari keramaian jawaban dan mulai belajar mengajukan pertanyaan. Singkat kata, belajar merangkul kembali “kelainan” yang hilang.</p>
<p>Keheningan dan kelainan berbeda dengan kesepian. Kita hidup dalam semesta yang menyimpan seribu gramatika pembuka rahasia. Nalar yang sadar akan multiplisitas ini tak akan berhenti pada satu sedimentasi sejarah. Melainkan, senantiasa bergulat mencari kunci-kunci pembuka tanah tak berjejak yang tertimbun sejarah. Para sahabat yang melontarkan kritik pada tulisan saya, Tanah Tak Berjejak Para Penyair, sungguh tahu bagaimana memainkan nalar secara puitis. Mereka membuka dimensi-dimensi yang saya sendiri tak menyadarinya sebelum ini. Mereka membaca sebuah gramatika baru dalam embrio pemikiran. Pembacaan yang membuat saya kembali berkhidmat pada “yang lain” dan “yang hening”.</p>
<p>Penulis : Donny Gahral Adian</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/limabelasempatlima.wordpress.com/7/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/limabelasempatlima.wordpress.com/7/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/limabelasempatlima.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/limabelasempatlima.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/limabelasempatlima.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/limabelasempatlima.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/limabelasempatlima.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/limabelasempatlima.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/limabelasempatlima.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/limabelasempatlima.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/limabelasempatlima.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/limabelasempatlima.wordpress.com/7/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=limabelasempatlima.wordpress.com&blog=1870170&post=7&subd=limabelasempatlima&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://limabelasempatlima.wordpress.com/2007/12/18/hening/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/550a1dc3b311f1c7f49f2fae333d0bd4?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">Kafka_pizechust</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>The Metamorphosis</title>
		<link>http://limabelasempatlima.wordpress.com/2007/12/18/the-metamorphosis/</link>
		<comments>http://limabelasempatlima.wordpress.com/2007/12/18/the-metamorphosis/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 18 Dec 2007 16:54:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kafka_pizechust</dc:creator>
				<category><![CDATA[Poetry]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://limabelasempatlima.wordpress.com/2007/12/18/the-metamorphosis/</guid>
		<description><![CDATA[Tidak sedikit orang yang ingin menjadi orang lain saat bangun tidur di pagi hari. Sayangnya, seorang salesman keliling bernama Gregor Samsa tidak bisa memilih ingin berubah menjadi siapa. Atau apa. Ia mendapati dirinya berubah menjadi kutu raksasa di pagi hari. Malangnya, kedua orang tua dan Grete, adik perempuan Gregor, menggantungkan hidup mereka pada Gregor.
Terbiasa selalu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=limabelasempatlima.wordpress.com&blog=1870170&post=6&subd=limabelasempatlima&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><span class="fullpost">Tidak sedikit orang yang ingin menjadi orang lain saat bangun tidur di pagi hari. Sayangnya, seorang salesman keliling bernama Gregor Samsa tidak bisa memilih ingin berubah menjadi siapa. Atau apa. Ia mendapati dirinya berubah menjadi kutu raksasa di pagi hari. Malangnya, kedua orang tua dan Grete, adik perempuan Gregor, menggantungkan hidup mereka pada Gregor.<br />
Terbiasa selalu berpindah karena tuntutan pekerjaan, Gregor merasa tersiksa dengan wujudnya sebagai kutu. Ia yang hampir selalu terbangun di tempat asing, kini ia tidak bisa bekerja menghidupi keluarganya, tidak mampu menjajaki tingkat karir yang lebih tinggi dan tidak mungkin bersosialisasi. Bahkan keluarganya sendiri tidak sanggup menatap sosoknya.<br />
Ayah Gregor, yang sempat gagal berbisnis, mulai bekerja kembali agar makanan <span id="more-6"></span>tetap terhidang dia atas meja. Grete yang berusia remaja juga terpaksa mencari nafkah. Gregor sedih karena sebenarnya ia sedang mengumpulkan uang agar adiknya bisa belajar di sekolah musik. Ia sudah membayangkan kebahagiaan adiknya saat ia memberikan uang tabungannya sebagai biaya sekolah musik. Ibu Gregor yang kondisi fisiknya lemah dilarang oleh keluarganya menengok keadaan putranya.<br />
Keadaan berbalik sedemikian rupa. Jika sebelumnya keluarga Gregor hidup seperi parasit pada Gregor, kini Gregorlah yang beralih menjadi parasit dalam keluarga. Jasa Gregor menghidupi keluarga selama bertahun-tahun begitu cepat terlupakan. Grete berusaha tetap loyal memberikan makanan dan membersihkan kamar Gregor. Namun lama kelamaan ia tidak tahan. Gregor tampak menjijikkan dan mulai menyukai makanan sisa. Baunya pun tak sedap.<br />
Kisah Gregor dalam The Metamorphosis (Die Verwandlung dalam bahasa Jerman), sebuah novella karya Franz Kafka menjadi populer. Pertama kali diterbitkan pada 1915 dan merupakan karyanya yang paling terkenal bersama dengan The Trial dan The Castle. The Metamorphosis dianggap sebagai kisah simbolik tinggi dengan berbagai interpretasi.<br />
Menjadi makhluk seperti apa si Gregor ini pun menjadi perdebatan. Ada versi yang mengatakan serangga, kecoa, bahkan kutu. Kafka sendiri tidak ingin ada penggambaran jelas untuk hal tersebut. Pada 25 Oktober 1915 ia menulis surat pada penerbitnya sehubungan dengan ilustrasi sampul buku edisi pertama. Kafka mengatakan bahwa makhluk tersebut tidak untuk digambar, bahkan tidak untuk dilihat dari jauh. Kafka hanya ingin menyampaikan kejijikan Gregor melihat perubahan dirinya.<br />
Vladimir Nabokov, entomolog, penulis dan kritikus sastra, berkeras mengatakan bahwa Gregor bukanlah kecoa, melainkan seekor kumbang dengan sayap di balik kulitnya. Bisa terbang, jika saja Gregor mengetahuinya. Nabokov bahkan meninggalkan sketsa yang dibubuhi keterangan â€œpanjangnya hanya sekitar 3 kakiâ€ pada halaman pembuka bahan mengajarnya dalam bahasa Inggris yang sarat dengan koreksi.<br />
Yang pasti, Kafka mampu bertutur lewat kacamata Gregor yang manusia dan berangsur berubah menjadi bukan manusia. Bagaimana selera dan pilihan makan Gregor berubah sampai cara menggerakkan dan menggunakan tubuh barunya (yang berkaki banyak dan berlendir).<br />
Kafka menggambarkan kesendirian Gregor yang awalnya tidak menjadi masalah karena ia masih berguna bagi keluarga dan tidak mengganggu manusia manapun. Ketika ia berubah, ia dianggap sebagai ancaman. Ancaman ketentraman keluarganya, menjadi ketakutan bagi masyarakat sehingga harus disembunyikan. Gregor tidak lagi berguna. Ia telah mati sebagai manusia. Terkurung, tidak bisa pergi ke manapun, membuat orang lain takut dan jijik melihatnya.<br />
Gregor tidak bisa berkomunikasi dengan siapapun dalam wujudnya sebagai kutu. Grete hanya bisa mengira-ngira apa yang disukai Gregor dari sisa makanan yang diletakkan di dalam kamar. Seiring dengan kesibukannya yang bertambah, ia tidak lagi terlalu peduli pada Gregor.<br />
Pria yang telah menjadi kutu raksasa ini kemudian kehilangan harapan dan tidak lagi melihat fungsinya jika tetap hidup. Kegiatan Gregor terbatas pada melihat keluar jendela dan merayap di langit-langit dan dinding kamar. Ia merasa menjadi beban saja. Aib bagi keluarga. Keluarga yang ia sayangi namun berbalik kehilangan perasaan apapun pada dirinya karena menganggap dirinya bukanlah Gregor lagi dalam wujudnya yang sekarang.<br />
Grete mengatakan pada kedua orang tuanya jika kutu raksasa itu Gregor, tentu ia akan pergi karena mencintai keluarganya dan mengambil beban mengurus makhluk itu dari pundak keluarganya. Ironis. Kafka menggambarkan betapa egois manusia, bahkan keluarga kandung sendiri. Begitu cepat melupakan jasa Gregor selama ini. Tidak berterima kasih. Tidak pernah merasa menjadi parasit-parasit dalam hidup Gregor.<br />
Popularitas Kafka dan novellanya ini tersebar ke berbagai hal. Nama Gregor Samsa dan Franz Kafka disebut di mana-mana. Menjadi istilah untuk metamorfosis dan perasaan seperti serangga. Teater, film, animasi, lagu, band di seluruh dunia terpengaruh dan menggunakan nama novella tersebut, tokoh cerita, bahkan nama penulisnya. Contohnya, ilustrasi cover album band Rolling Stone yang bertajuk Metamorphosis menggambarkan setiap anggota band mengintip dari balik topeng-topeng wajah serangga yang mereka kenakan.<br />
Foresight Unlimited milik Mark Damon telah merencanakan adaptasi Metamorphosis karya Franz Kafka senilai $ 9 juta yang dibintangi Daniel Bruhl sebagai Franz Kafka, Anna Paquin, dan Stephen Rea. Limor Diamant menulis dan akan menyutradarai Metamorphosis yang menenun kisah pria yang berubah menjadi serangga raksasa paralel dengan proses penulisan Kafka yang mematahkan hati. Ram Bergman memproduseri adaptasi ini dan syuting di Eropa telah diset untuk musim panas 2007.<br />
Dalam menulis, Kafka terpengaruh Soren Kierkegaard, Fyodor Dostoevsky, Charles Dickens dan Friedrich Nietzche. Sedangkan penulis-penulis yang terpengaruh oleh Kafka ialah Albert Camus, Federico Fellini, Isaac Bashevis Singer, Jorge Luis Borges, Gabriel Garcia Marquez, Carlos Fuentes, Salman Rushdie dan Haruki Murakami.<br />
Kafka (3 Juli 1883-3 Juni 1924) semasa hidupnya pernah bekerja sebagai petugas asuransi dan manajer pabrik di samping sebagai novelis dan penulis cerpen. Penulis berkebangsaan Austria-Hongaria ini bergerak di aliran sastra modernisme, eksistensialisme, surealisme, dan menjadi pelopor realisme magis. Kafka dikenal sering tidak menyelesaikan tulisannya. The Metamorphosis adalah karyanya yang dianggap selesai ditulisnya.</span></p>
<p><span class="fullpost"></span></p>
<p align="justify">Olivia Kristina</p>
<p><span class="fullpost">Rujukan : <a href="http://www.ruangbaca.com/"><font color="#5588aa">http://www.ruangbaca.com/</font></a></span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/limabelasempatlima.wordpress.com/6/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/limabelasempatlima.wordpress.com/6/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/limabelasempatlima.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/limabelasempatlima.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/limabelasempatlima.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/limabelasempatlima.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/limabelasempatlima.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/limabelasempatlima.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/limabelasempatlima.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/limabelasempatlima.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/limabelasempatlima.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/limabelasempatlima.wordpress.com/6/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=limabelasempatlima.wordpress.com&blog=1870170&post=6&subd=limabelasempatlima&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://limabelasempatlima.wordpress.com/2007/12/18/the-metamorphosis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/550a1dc3b311f1c7f49f2fae333d0bd4?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">Kafka_pizechust</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>